ardian's Blog

August 2, 2012

MoU PSSI,ISL dan KPSI

Filed under: Uncategorized — Ardian Sumarwan @ 4:23 am
Tags: , , ,

Nota Kesepahaman (MOU)

Antara

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia

dan

Liga Super Indonesia

dan

Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia

Persetujuan ini disusun dan dibuat mengikat oleh dan antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, yang selanjutnya disebut PSSI, Liga super Indonesia yang selanjutnya disebut ISL dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia yang selanjutnya disebut KPSI.

A. Pembukaan

· Bahwasanya PSSI adalah satu-satunya asosiasi sepakbola nasional yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur, mengurus dan mengorganisasi semua kegiatan sepakbola dan kompetisi-kompetisi di Indonesia (Pasal 3 ayat 4 Statuta PSSI)

· Bahwasanya ISL pada saat ini adalah liga sepakbola professional yang tidak berada dalam yuridiksi (batas kekuasaan) PSSI

· Bahwasanya KPSI adalah suatu kelompok yang mewakili kepentingan sejumlah anggota PSSI

· Bahwasanya PSSI, ISL dan KPSI menegaskan kembali kewajiban menurut undang-undang untuk tetap netral dalam politik, memperkuat hubungan yang bersahabat antar anggota, klub, aparat pertandingan dan pemain dan mendorong prinsip fair-play dan juga prinsip kesetiaan, loyalitas dan jiwa keolahragaan.

· Bahwasanya PSSI, ISL dan KPSI setuju untuk mengikatkan diri dalam persetujuan ini dengan tujuan untuk menjaga integritas sepakbola Indonesia secara pantas dan menjamin keberlanjutan dan perkembangannya.

B. Tujuan

Tujuan dari MOU ini untuk mengidentifikasi dengan jelas peran dan tanggungjawab dari setiap pihak dalam hubungannya dengan perlindungan terhadap sepakbola Indonesia seperti yang sudah dicantumkan diatas.

C. Tanggungjawab dalam MOU ini

Setiap pihak masing-masing harus mengemban tanggungjawab sebagai berikut:

1. Anggota Komite eksekutif PSSI yang dibebastugaskan

PSSI setuju untuk mendudukkan kembali ke empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dibebastugaskan: La Nyala Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan dan Tony Apriliani. Akan tetapi, prosedur dari pengembalian status mereka akan ditentukan lewat Komite Bersama PSSI (lihat poin 5)

2. Status ISL

ISL setuju untuk segera mungkin berada dalam yuridiksi PSSI, khususnya hal-hal yang berhubungan dengan masalah disiplin, administrasi pemain dan transfer dan pemilihan aparat pertandingan sampai akhirnya ada satu dan satu-satunya liga professional tertinggi diresmikan. Sebelum hal tersebut terjadi, ISL diperbolehkan untuk berjalan secara otonom.

3. Status KPSI

Semua pihak setuju bahwa KPSI akan terlebur dan menghentikan keberadaannya sebagai apa yang disebut organisasi pengurus sepakbola nasional. Lebih jauh, semua pihak setuju bahwa KPSI akan terlebur dan menghentikan keberadaannya segera setelah kongres PSSI mendatang.

4. Pembentukan Komite Bersama (JC) PSSI

Semua pihak setuju untuk membentuk sebuah komite bersama PSSI yang terdiri atas anggota dari setiap pihak untuk mengevaluasi IPL dan ISL untuk menciptakan satu dan satu-satunya liga professional tertinggi secepat mungkin.Komite tersebut harus bekerja dibawah pengawasan dan dalam kerjasama yang lekat dengan Task Force (Gugus Tugas) AFC untuk Indonesia dan harus bertanggungjawab kepada FIFA dan AFC dalam mengkaji statuta PSSI dan masalah-masalah organisasi.

Komite Bersama (JC) PSSI terdiri atas:

Ø Ketua: dipilih oleh PSSI

Ø Wakil Ketua: dipilih oleh ISL/KPSI

Ø Anggota: 3 anggota dipilih oleh IPL dan 3 anggota dipilih oleh ISL/KPSI

5. Kongres PSSI

Semua pihak setuju untuk mengadakan kongres PSSI sebelum akhir tahun 2012 yang harus meliputi penggunaan statuta baru. Komposisi/susunan peserta dari kongres PSSI harus tetap seperti Kongres PSSI yang diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2011 dalam kehadiran FIFA dan AFC dan Kongres tersebut harus disetujui oleh Task Force (Gugus Tugas) AFC untuk Indonesia. Pengesahan (verfikasi) dari susunan peserta dalam kongres tersebut harus dibicarakan dan ditentukan oleh Komite Bersama (JC) PSSI untuk menghindari anggota yang tidak syah untuk hadir.

D. Jangka waktu dan Perbaikan

1. Jangka waktu

MOU ini harus segera berlaku (efektif) sejak ditandatangani dan tetap berkekuatan penuh sampai PSSI meresmikan satu dan satu-satunya liga professional Indonesia dan penggunaan statute PSSI. Pelaksanaan kewajiban masing-masing pihak dibawah MOU ini harus diawasi Task Force AFC untuk Indonesia. Komite Asosiasi FIFA akan mengawasi pelaksanaan MOU ini juga.

2. Perbaikan

Perbaikan atas persetujuan ini harus dibuat dengan persetujuan semua pihak, dengan mengajukan perbaikan secara tertulis, ditandatangani dan diberi tanggal oleh pejabat yang berwenang, sebelum perubahan ini dijalankan. Sebagai tambahan, semua perbaikan harus disetujui task force AFC untuk Indonesia.

E. Tanggal dimulainya dan Tandatangan

MOU ini akan berlaku (efektif) sejak ditandatangani oleh pejabat berwenang dari PSSI, ISL dan KPSI. PSSI, ISL dan KPSI menunjukkan persetujuan atas MU ini dengan tandatangan mereka.

PSSI: Djohar Arifin Husin..tanggal

ISL: Joko Driyono….tanggal: 07-06-2012

KPSI: La Nyala Mahmud Mattalitti…tanggal:

Saksi

Menyaksikan bahwa dokumen ini telah diparaf pada tanggal yang dicantumkan diatas

FIFA: tertanda…

AFC: tertanda 7/6/2012

Diterjemahkan oleh

Y. Nugroho Widiyanto

Mahasiswa S3 pada Program Pendidikan Bahasa Asing (Foreign Language Education PhD Program)

Ohio State University

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: